Pada post kali ini aku mencoba membahas apa
itu geodetic engineer. Geodetic engineer atau dalam bahasa ibu kita diartikan
sebagai insinyur geodesi adalah salah satu profesi dari lulusan Fakultas Teknik
UGM. Walaupun nggak cuma UGM sih, ada UNDIP, ITN Malang, dll.
Jumat, 26 Oktober 2012
Jalon
What is the meaning of jalon? Hehe, mungkin
jarang ya dengar kata itu. Aku juga awalnya bingung apa arti dari kata jalon.
Tapi setelah kuliah di Jurusan Teknik Geodesi UGM, saya jadi tahu apa artinya.
Ternyata itu merupakan salah satu
alat ukur,hehe.
Jalon memiliki nama lain, yaitu anjir. Ini
lebih sering terdengar kan buat kalian?
Senin, 14 Mei 2012
“Galau”nya Pemain Timnas Indonesia
Siapa
sih yang nggak mau membela bangsanya di kancah dunia? Pasti sebagai warga
negara yang baik akan selalu menerima apabila diperkenankan untuk membela.
Tampil habis-habisan (all out) pasti
dilakukan. Tak kenal suku, agama, ras, dan antar golongan. Itu semua demi
kejayaan bangsanya. Termasuk Indonesia.
Namun,
berbeda dengan uraian di atas, saat ini ternyata para pemain sepakbola
Indonesia sedang “galau”. Kenapa ya?
Jumat, 04 Mei 2012
Sultan Hamid Alkadrie II Penemu Lambang Garuda Pancasila
Adalah Sultan Hamid II asal Pontianak yang menciptakan Lambang Negara Indonenesia berupa Rajawali – Garuda Pancasila.
Bermula pada tanggal 10 Januari 1950 dibentuklah Panitia Teknis dengan
nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder
Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin
sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM
Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan
rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.
Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (dalam hal ini Sultan Hamid II sendiri), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.
Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (dalam hal ini Sultan Hamid II sendiri), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.
Senin, 21 November 2011
Pilihlah Dia
Ketika ku pandang langit yang tak lagi
biru
Berselimut mendung tebal
Bagai badan yang tak lagi kuat menahan
haru
Sabtu, 29 Oktober 2011
Perhiasan yang Tertinggal
Jika badanmu telah mati
Tiada lagi rasa, tiada lagi kekuatan
Hanya bunyi sunyi yang terdengar
Seolah tak rela lepas dikau pergi tinggalkan
Senin, 10 Oktober 2011
Smiling To the Trash
The
sun shines again
The morning comes the night is gone
That means they have to take a step again
Down every alley they can explore
Waiting for a smile that cracks
The morning comes the night is gone
That means they have to take a step again
Down every alley they can explore
Waiting for a smile that cracks
When
they find a pile of trash
Sabtu, 27 Agustus 2011
Kisahku Kisah Merah-Putih
Mentari bersinar lagi
Malam menghilang pagi menjelang
Tak terasa 17 Agustus pun tiba
Yang selama hampir 6 bulan kucurahkan pikiran, rasa, dan jiwa
Berharap semua usaha yang kulakukan berbuah manis di hari itu
Sepotong kain berwarna merah dan putih pun berhasil dikibarkan
Diiringi lagu Indonesia Raya
Langganan:
Postingan (Atom)

