Hari
sudah mulai siang. Duduk memperhatikan dosen yang berbicara mungkin
terkadang cukup melelahkan ketika metode pengajaran tak begitu menarik
perhatian. Pikiran pun kadang melayang kemana kemari. Ada yang main hp, ada
yang ngobrol sendiri, ada yang saling sapa dari kejauhan, dll. Yap…seperti itu
lah situasi siang itu. Aku pun tak ketinggalan, kadang pikiranku mengarah ke
kegiatan apa setelah sesi ini selesai. Hampir saja lupa, setelah sesi ini
ternyata sudah ada janji makan siang bareng temanku sebut saja Bunga Jawa. Makan
siang di samping persis tempat yang katanya sering ada penyampaian aspirasi
dari mahasiswa melalui aksi turun ke jalan.
Jumat, 17 April 2015
Minggu, 29 Maret 2015
Poros Maritim Dunia Terkait Posisi Indonesia di Samudera Hindia
Presiden pertama Indonesia
menginginkan bahwa Indonesia menjadi Negara yang berdaulat di perairan. Hal ini
dapat disebabkan oleh luas wilayah Indonesia yang didominasi oleh perairan. Gagasan
presiden pertama coba diwujudkan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) saat
ini, Ir. Joko Widodo, dalam sebuah program yang dinamakan Indonesia sebagai
poros maritime dunia.
Minggu, 22 Maret 2015
Pembangunan Memperhatikan Lingkungan Hayati dan Non Hayati
Pesisir merupakan wilayah peralihan dan interaksi antara ekosistem
darat dan laut. Wilayah ini sangat kaya akan sumberdaya alam dan jasa
lingkungan yang disebut sumberdaya pesisir. Sumberdaya pesisir terdiri dari
sumberdaya hayati dan nir-hayati, dimana unsur hayati terdiri atas ikan,
mangrove, terumbu karang, padang lamun dan biota laut lain beserta
ekosistemnya, sedangkan unsur non-hayati terdiri dari sumberdaya mineral dan
abiotik lain di lahan pesisir, permukaan air, di kolom air, dan di dasar laut.
Minggu, 15 Maret 2015
The Hidden Paradise : Wakatobi dari Sisi Struktur dan Ekosistemnya
Kepulauan Wakatobi merupakan salah satu
kabupaten baru di ProvinsiSulawesi Tenggara. Semula Wakatobi merupakan salah satu
kecamatan diKabupaten
Buton. Kemudian berdasarkan UU No. 29 tahun 2003, Kecamatan Wakatobi ditetapkan menjadi
kabupaten tersendiri. Bagian Utara dibatasi olehLaut Banda dan Pulau Buton, bagian Selatan dibatasi oleh
laut Flores, bagianTimur
oleh Laut Banda dan bagian Barat dibatasi oleh Pulau Buton dan Laut Flores
Kamis, 05 Maret 2015
Indonesia Poros Maritim Dunia
"Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut
kembali. Ya, bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya. Bukan sekedar menjadi
jongos-jongos di kapal, bukan. Tetapi bangsa pelaut dalam arti kata cakrawala
samudera. Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang
mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi
irama gelombang lautan itu sendiri." Itulah penggalan pidato Presiden
Pertama RI Soekarno pada tahun 1953. Pidato tersebut tampaknya sangat relevan
untuk diwujudkan pada pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla (2014-2019).
Mengapa demikian? Hingga kini kita masih memiliki sejumlah masalah besar yang
perlu segera diatasi sebelum kita mampu mewujudkan Indonesia sebagai poros
maritim dunia. Restorasi maritim Indonesia tak dapat ditunda lagi.
Kamis, 26 Februari 2015
Implikasi Konsep Wawasan Nusantara terhadap Pengelolaan Wilayah Pesisir
Dalam
sebuah kuliah Pengelolaan Wilayah Pesisir, dosen saya, I Made Andi Arsana
mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat(AS) yang bernama Harry S. Truman
pernah membuat kejutan kepada dunia dengan mengeluarkan aturan bahwa AS
mengklaim kawasan laut di sekitar negaranya hingga jarak 200 mil laut. Pada
saat itu tentunya sangat mengejutkan dunia karena belum pernah ada Negara di
dunia ini yang mengklaim wilayah laut sejauh itu. Lalu beliau menceritakan
bahwa aturan itu saat ini dijadikan sebagai aturan melalui UNCLOS Pasal 57.
Kamis, 19 Februari 2015
Analisa Perubahan UU Pengelolaan Wilayah Pesisir
Di Indonesia telah diatur mengenai pengelolaan wilayah pesisir. Undang-Undang terbaru yang mengatur tentang hal ini adalah UU No.1 Tahun 2014. Sebelum UU tersebut terbit, ada UU No. 27 Tahun 2007 yang juga mengatur tentang pengelolaan wilayah pesisir. Jadi UU No.1 Tahun 2014 bertujuan untuk mengatur hal-hal yang belum diatur dalam UU No. 27 Tahun 2007.
Indonesia Darurat Pesisir!
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan panjang garis pantai 99.093 kilometer. Dapat kita lihat berapa besar potensi lautan Indonesia yang belum terjamah. Begitu pula dengan wilayah pesisirnya yang sangat berpotensi untuk dimanfaatkan keberadaannya. Tentunya memanfaatkan dengan tetap memperhatikan keseimbangan alam.
Sabtu, 07 Februari 2015
Shape of My Heart
Bicara tentang
Surabaya. Baru sekali aku mengunjunginya dan menikmati hamper setiap detik
ketika keliling kota. Berawal dari tepian pantai, namun bukan pantai biasa.
Pantai dimana terdapat sebuah patung Buddha. Kemudian, menuju sebuah warung
untuk mengisi perut, dan diajaklah di warung yang khas di kota ini katanya.
Kamis, 08 Januari 2015
Belajar dan Berbagi
Bagi
sebagian orang, terjun berlumpur-lumpur dan menghirup bau anyir mayat adalah
hal yang sangat menjijikkan. Namun tidak bagi relawan bencana seperti SAR, TNI,
POLRI, dan kami relawan dari Teknik Geodesi UGM. Cerita ini berawal dari sebuah
telepon yang bordering pada Selasa 16 Desember 2014. Ketika itu Pak Ruli
Andaru, salah satu dosen saya, menelpon saya. Beliau menawarkan kepada saya
untuk ikut dalam tim studi bencana utusan dari UGM pergi ke lokasi bencana
tanah longsor di Banjarnegara. Dalam hal ini saya langsung menanyakan, apa
tugas saya? Dan ternyata beliau menjawab akan membuat 3D bentuk lokasi bencana.
Ada kemungkinan kita dapat mengukur volume longsoran, apabila diketahui volume
sebelum terjadinya longsor.
Rabu, 24 Desember 2014
Tokoh Hebat
Entah, ini kebetulan atau tidak. Saya
selama hampir 8 bulan ini telah bertemu dengan beberapa tokoh nasional dan 1 tokoh internasional. Inspirasi
dari beliau sangat berguna untuk menatap masa depan yang akan saya jalani.
Pengen tau siapa saja? Berawal dari Arif Havas Oegroseno, Anies Baswedan, Susi
Pudjiastuti, Chris Rizoz, hingga Joko Widodo.
Aku Kembali
Haloooo akhirnya kesampaian nengok blok ini lagi setelah hampir8 bulan nggak pernah update blog ini... :-) apa kabar?? mau aku ceritain nih selama 8 bulan ini aku ngapain aja. Tapi enaknya per bagian2 atau langsung semua yaaaa hehehehe
Rabu, 16 April 2014
Ibu
Malam ini aku
seakan teringat masa kecilku yang penuh dengan hari-hari bersama ibu. Aku ingat
betul saat beliau menyuapkan sesendok makanan ke mulutku. Aku ingat betul ketika
beliau memandikan aku setelah bermain. Aku ingat betul ketika ibu mengantarkanku ke sekolah. Aku ingat betul ketika aku tidur
diantara bapak dan ibu. Aku ingat betul ketika aku selalu rewel minta ini minta
itu. Aku ingat betul ketika aku merengek dan ibu yang menenangkanku. Aku ingat
betul ketika ibu mengajariku belajar. Aku ingat betul ketika ibu menasehatiku.
Dan segalanya aku selalu berusaha mengingat moment tiap detik bersamamu ibu.
Selasa, 15 April 2014
Amanah
Setiap orang memiliki jalan hidup sendiri-sendiri. Setiap
orang juga memiliki keinginan dan cita-cita yang ingin dicapai, entah itu
bersifat kepentingan pribadi maupun kepentingan banyak orang. Jalan untuk
mencapai keinginan dan cita-cita itupun terkadang harus menemui jalan yang
terjal.
Februari 2012 adalah waktu untuk mendaftarkan diri sebagai
mahasiswa melalui jalur SNMPTN Undangan. Begitu banyak teman yang telah mencoba
perguruan tinggi di sana di sini yang entah dimana lokasinya. Namun tak begitu
dengan saya. Saya menancapkan keinginan untuk bisa masuk di Fakultas Teknik
UGM. Walaupun banyak godaan, dan ditawari banyak orang untuk mencoba yang lain,
saya tetap memprioritaskan keinginan awal saya. Di dalam Fakultas Teknik UGM
terdapat banyak jurusan. Saya memiliki keinginan untuk bisa belajar tentang
kebumian, karena ada perasaan tak terima ketika melihat potensi minyak dan
tambang yang ada di Indonesia ini di rebut oleh pihak asing. Ada 3 pilihan,
geodesi, sipil, dan geologi. Entah bagaimana ceritanya, aku langsung yakin dan
percaya bahwa jurusan Teknik Geodesi memiliki kesempatan yang lebar untuk
mewujudkan hal tersebut. Akhirnya sayapun memilih untuk mengambil Teknik
Geodesi sebagai pilihan pertama saya dalam pendaftaran SNMPN.
Kamis, 27 Maret 2014
Senyum Matahari sebagai Harapan
Sebuah
perasaan yang tak terkira apabila kita dapat mencapai tujuan yang ingin
kita gapai. Tentunya bisa pula kita terapkan dalam segala aspek kehidupan.
Termasuk mencapai puncak gunung yang sedang kita daki merupakan sebuah
tantangan untuk jiwa dan fisik kita.
28 Januari 2014 merupakan hari yang cukup menyenangkan
menurutku setelah beberapa hari sebelumnya merencanakan tentang pendakian ini.
Bersama Berlian, Fendi, Zufri, Ihza, dan Ardha saya melakukan pendakian ke
Gunung Sumbing yang terletak di Kabupaten Temanggung, Wonosobo, dan
Magelang. Satu hal yang sedikit menjadi penyesalan adalah salah satu teman kami, Habib Nurrochim yang awalnya ada rencana buat mendaki, namun karena mengalami kecelakaan dan mengalami kritis, tidak jadi ikut. Sehingga tujuan kami melakukan pendakian ini adalah untuk memotivasi temanku itu yang sedang sakit agar cepat sembuh.
Satu hari sebelumnya, 27 Januari 2014 kami bersepakat untuk
bermalam di kontrakan Berlian guna memantapkan persiapan bersama-sama di
kontrakan Berlian. Semua hal dari sleeping bag, konsumsi, obat hingga jaket dan
sepatu dengan rapi kami siapkan. Tak lupa kami semua meminta ijin kepada
orangtua untuk melakukan pendakian, termasuk orangtuaku. Apalagi mengingat
cuaca yang cukup ekstrim pada saat itu. Orangtuaku memberikan lampu hijau.
Begitu pula dengan kelima temanku.
Jumat, 21 Maret 2014
Ketulusan dalam Persahabatan
Sebuah
rangkaian cerita sederhana pada 17 Maret-19 Maret 2014. Ketika itu saya bersama
2 temanku, Made Sapta Hadi dan Kholqilah sedang menuju Kota Surabaya untuk
mengikuti final lomba karya tulis tingkat nasional. Hari itu seperti biasa kami
bertiga menggunakan kereta api sebagai alat transportasi. Sebelum berangkat,
kami mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawa. 5 jam adalah waktu yang
mengharuskanku berada di dalam kereta.
Setelah
berangkat pada pukul 16.15WIB, seperti biasa, dibayanganku hanya akan ada
obrolan antara aku dan 2 temanku tadi selama di kereta. Tak ada tutur kata yang
mengasyikan dengan orang yang belum aku kenal. Sapta dan Kholqi berada pada 1
kursi yang sama. Sementara seorang bapak duduk bersampingan denganku waktu itu.
Belum ada sapaan selama sekitar setengah jam perjalanan. Namun akhirnya aku
berani menyapa bapak itu sebagai awal obrolan. Dengan beberapa bahan yang
general, dari mana, menuju kemana, dan apa-apa lah yang ringan. Dengan daerah
tujuan yang sama, Surabaya, akhirnya kami banyak sekali mengobrol. Bukan hanya
general lagi, tetapi mulai detail ternyata. Dari obrolan tentang moda
transportasi kereta hingga masalah politik. Bapak itu menceritakan tentang
pengalamannya selama naik kereta dari jaman muda hingga sekarang. Bapak itu
juga bercerita tentang fenomena ibu Risma yang menjadi walikota Kota
Surabaya. Banyak hal yang kami obrolkan.
Hal itu setidaknya telah menggugurkan perkiraanku yang akan hanya ada obrolan
kecil antara aku, Sapta, dan Kholqi. Hingga pada akhirnya kami harus berpisah
saat sampai di Kota Surabaya, tepatnya di Stasiun Gubeng. Sebuah perkenalan
singkat yang sangat berkesan tentunya.
Selasa, 05 November 2013
Jumat, 01 November 2013
Mencari Tempat Damai
Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya bosan, sumpek, dan galau. Juga mempunyai masalah yang kemungkinan kita sulit untuk berbagi kepada orang lain. Biasanya orang-orang seperti itu butuh tempat yang nyaman, yang sekiranya bisa mencairkan uneg-uneg yang ada di dalam pikirannya. Selain itu juga punya hobi tersendiri yang bisa mengusir rasa penat itu. Termasuk aku, mempunyai hobi tersendiri dan tempat favorit untuk menghilangkan semua masalah itu.
Jumat, 25 Oktober 2013
Kuliah Sambil Kerja?
Terkadang mahasiswa memiliki kebutuhan yang tak terduga untuk segera dipenuhi. Contohnya tarikan iuran organisasi, beli kaos event, dll. Hal itu terasa sangat memberatkan ketika harus meminta uang lagi dari orangtua. Itu juga yang aku rasakan selama menjadi mahasiswa.
Sabtu, 21 September 2013
Evolution #5: Coelescence Gear
Setelah beberapa hari terakhir disibukkan dengan mendengar berita kerusuhan, terorsime, penembakan, tawuran, dll, akhirnya saya mendengar adanya seuah kegiatan bagus yang diselenggarakan oleh almamater SMA ku, yaitu SMA N 1 Wonosari yang biasa disebut EKAMAS. Kegiatan itu bertemakan persatuan di tengah-tengah perbedaan. Meleburkan perbedaan yang ada dalam sebuah wadah kegiatan yang saling menghormati, cinta budaya nasional, dan bangga menjadi Indonesia. Tak heran dengan dimulainya penyebaran informasi adanya kegiatan ini, banyak sekali antusiasme dari masyarakat di Kota Wonosari, bahkan luar kota. Bagaimana tidak, masyarakat juga rindu persatuan, tanpa ada rasis karena berbeda.
Langganan:
Postingan (Atom)


